Kalau mendengar tentang ulat orang akan merasa geli ataupun jijik. apalagi kalau sampai dijadikan sebagai makanan.
tapi
ular yang satu ini sudah menjadi trend dan banyak digemari di desa
kami.. terutama saat musimnya tiba yaitu waktu daun-daun jati mulai
berganti rupa menjadi dedauan yang baru.. yaitu setelah musim hujan
menuju musim kemarau ataupun beberapa saat setelah
datangnya musim hujan. Enthung sendiri berwarna coklat tua sampai
kehitaman dengan ukuran panjang kira - kira dua centimeter.
menurut para ahli ulat ini mempunyai kandungan nutrisi ulat daun jati berupa ptotein, mineral, vitamin, lemak
dan karbohidrat. Enthung merupakan kepompong dari jenis ulat jati
Hyblaea puera.
oleh karena itu banyak orang indonesia menjadikannya lauk pauk saat bersantap.
Ulat daun jati atau juga bisa disebut
dengan enthung biasanya ditemukan didaerah dengan iklim tropis seperti di
indonesia. ulat daun jati biasanya menempel di bawah serakan sampah ataupun daun jati
yang jatuh ke tanah. Bahkan ada beberapa di antaranya yang terpendam di
bawah tanah.
Mungkin sebagian penduduk indonesia hampir keseluruhan bisa
menikmati masakan yang berbahan dasar enthung atau ulat daun jati.
rasanya yang khas dan juga berprotein tinggi membuat ulat sangat menjadi
fenomenal pada musimnya sehingga banyak orang beralih dengan
mengolahnya daripada bahan makanan yang lain. terkadang orang yang malas
mencari mereka lebih baik membeli walau harga dipasaran terkadang
mencapai 60rb/kg nya...
tapi menurut saya lebih asyik lho
mencarinya sendiri karena bisa menikmati alam bebas yang sangat indah
yang sayang kalau hanya berdiam diri dirumah..